| Keperluan thumbnail Dokumentasi pribadi |
Untuk cerita sebelumnya ketika gathering bisa dibaca disini.
Babak 1: Online Tournament & Grinding for Leaderboard
Pada periode waktu 16 Januari hingga 15 Februari lalu menjadi waktu yang sangat melelahkan untuk melakukan grinding skor Pumbility. Skor Pumbility ini diambil dari 20 lagu terbaik yang dimainkan dan akan berada di leaderboard untuk menentukan siapa yang akan lolos menuju babak selanjutnya. Bahkan, ketika gathering kemarin sempat diberi informasi apa saja hadiah dan fasilitas yang akan didapatkan ketika lolos menuju babak kedua nanti oleh perwakilan dari PIUVORIA. Aku sempat bercanda dan meminta untuk naik kereta cepat Whoosh dari Bandung, namun Epik mengatakan boleh saja. Karena akomodasi berupa penginapan, transportasi, dan lainnya akan ditanggung oleh pihak penyelenggara. Jadi ya, kapan lagi gitu naik Whoosh, hehe.
Sejak 1 minggu terakhir, leaderboard selalu berubah-ubah setiap hari. Terutama perebutan peringkat kedua dan ketiga, kalau tidak aku, Akio, atau Al lupakan Willie karena skornya jauh. Mau tidak mau, aku harus bekerja lebih keras lagi untuk mempertahankan posisi klasemen demi AM.Pass yang katanya limited edition. Belum lagi, rasa lelah dan kondisi fisik yang kurang membaik karena dipaksa terus, pundak bagian kanan yang terasa nyeri, dan pinggang bagian belakang yang mulai berkata "Bang, udah bang." bahkan aku sampai membeli koyo extra hot agar bisa grinding meski akhirnya jadi lebih sakit, rasanya seperti dicubit keras
Belum lagi rasa burnout mulai menghampiriku. Ditambah dengan kondisi pad dan situasi eksternal yang kurang beruntung. Namun, dengan adanya penyisihan ini, aku bisa berlatih lebih keras mulai belajar teknik dan kemampuan hingga bonus meningkatkan Pumbility-ku.
Di sisi lain, aku juga harus membantu Radit dan Ita membuat user custom step untuk freestyle di babak 1 ini. Untungnya Radit bisa mengutak-atik aplikasi stepeditlite untuk revisi minor.
Pada 3 hari terakhir, aku sudah mulai merasa stuck karena bingung harus memainkan lagu apalagi untuk meningkatkan Pumbility-ku. Sementara yang lain skornya sudah mulai meningkat, pergantian hari menjadi momok yang mengganggu keseharianku.
Singkat cerita, tiba pada 15 Februari dengan keadaan mesin yang cukup ramai pada hari itu. Aku mencoba pemberuntungan untuk meningkatkan skor, namun tidak berhasil karena sudah lelah. Ditambah saldoku sudah mulai menipis, jadi ya aku menyerah saja. Setelah mal sudah memasuki waktu tutup, aku hanya pasrah menunggu hasil dari babak pertama ini.
Hasilnya, aku berhasil mengamankan peringkat kedua. Akhirnya selesai juga. Rasa burnout ini akhirnya terlepas juga setelah aku dan Muti sempat crashout berteriak "APT *masukkan kata kasar disini*".
Setidaknya, momen ini menjadi sarana untuk meningkatkan skor dan kemampuanku. Pada akhirnya aku menjadi orang kedua di Indonesia setelah Al yang mendapatkan title SPECIALIST. Dimana aku harus bergelut dengan broken stairs pada lagu Bee. Untuk double level 24 sendiri beberapa ada yang sudah mendapatkan SSS+, bahkan ada yang hampir Perfect Game namun mendapat 1 miss pada lagu ALiVE. Beberapa lagu lain mendapatkan no miss seperti Vector, Vanish 2, dan Alice in Misanthrope.
| Bee SSS MG Dokumentasi pribadi |
| Vanish 2 -Roar of Invisible Dragon- SSS+ SG Dokumentasi pribadi |
| Alice in Misanthrope SSS+ EG Dokumentasi pribadi |
| ALiVE SSS+ MG Dokumentasi pribadi |
| Dokumentasi pribadi |
Untuk double level 25 sendiri pecah telur mendapatkan SSS pada lagu Solfeggietto. Aku berhasil menjaga combo dan akurasi sebelum twist banting pada bagian akhir lagu. Beberapa lagu lain yang upscore juga yaitu Conflict dan Murdoch vs Otada.
| Solfeggietto SSS MG Dokumentasi pribadi |
| Murdoch vs Otada SS TG Dokumentasi pribadi |
| conflict SS+ TG Dokumentasi pribadi |
Terakhir, aku mendapatkan S pertama untuk double level 26 pada lagu Solve My Hurt -shortcut-. Sebenarnya chartnya tidak terlalu susah untuk level 26, hanya saja terkadang faktor hoki ketika menginjak bracket juga mempengaruhi skor dan penentuan apakah akan lolos atau tidak.
| Solve My Hurt -Short Cut- S FG Dokumentasi pribadi |
Terkadang, upscore hanya ratusan namun mengubah grade cukup membagongkan juga ya.
Waktunya istirahat sejenak... I guess?
Tak lupa, setelah 1 hari setelah ditutup, aku mengunggah skor 20 terbaik untuk Pumbility selama babak 1 APT pada sosial mediaku sebagai bukti latihan dan grinding selama 1 bulan terakhir. Awalnya aku berniat untuk mengunggahnya selama latihan, namun aku berpikir lagi untuk mengunggahnya sekaligus dan menjaga rahasia dapur untuk sementara waktu.
Persiapan & Latihan Menuju Turnamen
Babak 2: Offline Phase for National Representative
10 April 2026 - Keberangkatan & Gala Dinner
| Penjemputan oleh tim Timezone dan PIUVORIA Dokumentasi pribadi |
| motion blur=funny, i guess? Dokumentasi pribadi |
| Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA |
| Nametag dan Jersey |
| Menikmati obrolan bersama sepuh, sementara aku harap-harap cemas lagu apa yang keluar nanti. Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA |
| Asik 50 Tizo, setelah menjawab pertanyaan dari Timezone Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA |
| Pembagian hadiah AM.Pass eksklusif untuk 3 besar speed male bersama Dulki Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA |
| Foto bersama 16 peserta speed male Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA |
| AM.Pass special edition edisi Pump It Up Rise Dokumentasi pribadi |
Setelah berfoto, kami pun meninggalkan acara gala dinner untuk mengambil T-Shirt official APT 2026.
11 April 2026 - Waktunya Kompetisi
Pada saat tidur, aku
terbangun sekitar pukul 01:30 untuk buang air kecil dan kembali menyambungkan
tidurku.
Kemudian, terjadi hal
yang tidak terduga…
Kakiku tiba-tiba
keram pada saat tidur, rasanya sakit sekali. Setelah beberapa saat akhirnya aku lanjut tidur lagi dan berharap semoga betis ini dapat pulih dengan segera.
Biasanya, rasa sakit ini berlangsung cukup lama.
Hal yang tak terduga
pun berlanjut, tiba-tiba kamar mandi kami tidak bisa digunakan karena
pintunya macet. Mungkin aku sempat melakukan kesalahan karena sempat
keluar dan tak sengaja pintunya terkunci dari dalam. Kemudian aku pergi ke meja
resepsionis dan menceritakan detil masalah yang terjadi. Tak butuh waktu lama,
teknisi datang dan memperbaiki pintu yang terkunci. Hadeh, ada-ada saja.
Pagi hari sebelum
sarapan, aku menceritakan hal ini kepada Willie dan berharap agar segera
diobati dan sedikit dipijat. Kemudian setelah mandi, kami bersiap-siap dan
pergi untuk sarapan. Pada saat sarapan, aku bergabung satu meja bersama Willie,
Muti, dan Agam. Tak lama setelah kami makan, Agam pun memisahkan diri dan
bergabung dengan yang lain.
Setelah sarapan, kami
bersiap-siap menuju lokasi acara untuk mencoba pad sebelum lomba. Karena waktu
yang diberikan oleh panitia sangat terbatas. Aku kebagian untuk mencoba pad di
urutan pertama bersama Dlinz, kami memainkan GOODTEK S21 dengan ala kadarnya. Kondisi kakiku masih
sedikit sakit, aku harap Aldi dan Jess bisa segera hadir di lokasi acara untuk meminta tolong memijat kakiku karena mereka sudah terbiasa dan berpengalaman
untuk memijat menggunakan krim pereda nyeri. Sambil menunggu waktu uji coba pad
selesai, aku bergegas pergi ke kamar hotel untuk melakukan setoran ke kamar
mandi.
| Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA |
Setelah selesai
dipijat oleh Aldi dan Jess, acara pun dimulai. Kompetisi dimulai dengan
kategori speed female. Untuk braket
pertama dimulai oleh Rifka, Muti, dan Jess. Aku memperhatikan dan memberi
dukungan untuk Muti dan Jess. Sepertinya, kakiku ini sudah mulai sedikit
membaik, aku harus mulai melakukan sedikit pemanasan agar tidak cedera. Aku
melakukan pemanasan sedikit bersama Martin dan Endito. Ah, dasar aku karena
kurang olahraga, ketika pemanasan yang dilakukan sebelum lari saja pahaku
langsung sedikit sakit, hadeh. Aku mau tidak mau harus mengoleskan salep di
kakiku supaya mengurangi resiko cedera.
Tak lama, kategori speed male pun dimulai. Braket pertama
dimulai dengan Willie, Denzel, Endito, dan Martin. Aku sempat sedikit gugup
ketika melihat Willie mendapatkan skor perfect
game pada lagu GOODTEK S21.
Kemudian lanjut giliranku, untuk braket kedua ini terdiri dari aku, Mile, Cuyung, dan Hafiz. Lagu yang kami mainkan yaitu DUEL S21. Aku cukup meyakinkan diri kalau aku bisa memainkan lagu ini. Seperti yang kubilang sebelumnya, pada saat perlombaan, apapun bisa terjadi. Perasaan demam panggung dan kecemasan mulai menghantuiku ketika saat bermain. Aku mendapatkan miss ketika run di ketukan 1/24. Belum lagi, ketika twist akhir yang diharuskan untuk memutar badan, aku sempat blank dan ragu apakah badan ini harus diputar atau tidak. Setelah aku selesai bermain, aku melihat skor Cuyung dan Hafiz mendapatkan SSS, sementara aku mendapat SS+, dan Mile mendapatkan SS. Aku tersingkir pada babak penyisihan 16 besar. Kemudian Hana menghampiriku dan memberikan voucher 50 Tizo untuk menghiburku.
| Dokumentasi pribadi, dibantu oleh Han. |
Karena tersingkir, aku berusaha untuk menenangkan diri dan make sure untuk tidak melakukan hal konyol. Aku putuskan untuk beristirahat di kamar hotel, berdiam dan memikirkan apa yang terjadi, meyakinkan agar kejadian yang berlalu biarlah berlalu, dan tidak berlarut dalam kesedihan. Aku berlanjut untuk skip menonton babak 8 besar speed dan penyisihan FFA, kemudian kembali ke lokasi acara pada babak freestyle untuk mendukung dan membantu persiapan Radit untuk tampil. Aku juga bertemu dan berbincang dengan orang-orang yang sudah lama tidak bertemu, seperti Clamp, Victor, Sitta, Chandra, dan lainnya. Aku sempat terkejut diberi hadiah mug bergambarkan Kirisame Marisa oleh Clamp. “Daripada ga dipake, aku kasih aja.” Ujarnya. Aku sempat tidak enak juga karena dia beli mug ini di acara Comic Frontier. Namun dia meyakinkanku untuk menerima dan menggunakan hadiah ini.
| Dokumentasi pribadi |
Sebelum kategori freestyle dimulai, warga GPP pun mulai menghampiri Dulki untuk berfoto bersama. Aku tidak mau terlewat untuk berfoto sendiri bersama Dulki, kemudian foto rame-rame dan menunjuk Dulki. Bahkan, Veron, Muti, dan Jess sangat kegirangan hingga berputar-putar setelah berfoto dengan Dulki
| Foto bersama stepmaker Dulki Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA |
| Foto bersama stepmaker Dulki Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA |
| Persiapan menuju babak freestyle Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA |
Setelah kategori freestyle selesai, acara pun diberhentikan sejenak karena harus berbagi venue dengan acara lain. Aku pun kembali ke kamar hotel, makan siang, dan berbincang dengan Willie mengenai perlombaan tadi, berevaluasi untuk kedepannya, dan memprediksi untuk babak 4 besar nanti.
| MBG dari Ta Wan |
Short Escape
Karena waktu istirahat
yang cukup lama, Muti dan Deri mengajakku untuk pergi ke Pluit Village.
Sementara rombongan dari Bandung yang lain sudah berada disana. Aku meminjam
kartu e-money milik Muti untuk
mengakses TransJakarta. Kami harus pergi ke Timezone terlebih dahulu untuk
memberikan kunci kamar milik Ines. Ketika berjalan, aku bertemu dengan Milen
dan rombongannya, aku berkata aku akan pergi ke Pluit Village untuk sementara
waktu.
Setibanya di Pluit
Village, aku mampir ke Cow Play Cow Moo untuk bermain permainan yang tidak ada
di Bandung. Aku kemudian meminjam koin ke Haidar untuk bermain Gitadora Gitar
dan Beatmania IIDX. Oh iya, disana aku bertemu dan bercakap dengan Yoga karena
sudah lama tidak bertemu dan bertanya bagaimana cara mengecilkan suara earphone di mesin, namun ia juga tidak tahu.
| Suisei Ngawi nomor satu, GHOST Advanced Dokumentasi pribadi |
| TOMAHAWK Normal Dokumentasi pribadi |
Setelah sesi arked
yang singkat, aku putuskan untuk berjalan-jalan sebentar di area mal dan
bernostalgia dengan lokasi atrium yang digunakan pada acara PIUVORIA Season 2.
Kebetulan disana sedang ada pameran anime, aku memutuskan untuk melihat sebentar dan mengambil beberapa foto.
Aku penasaran dengan photobooth bertemakan anime Frieren dan berfoto disana, kemudian petugas disana menawarkan aku untuk menggunakan photobooth dengan mendaftar akun Catchplay+. Setelah cukup melihat-lihat, aku segera kembali menuju Emporium Mal Pluit.
| Photobooth oleh Imagics studio |
| Dokumentasi pribadi |
| Dokumentasi pribadi Dokumentasi pribadi |
| Dokumentasi pribadi |
Back to the venue
Setibanya di halaman
Emporium Mal Pluit, aku bertemu dengan Rijki setelah dia pergi sejenak untuk
pekerjaan photoshoot di suatu tempat.
Sebelum lomba kembali dilanjutkan, aku berkeliling, berbincang dengan panitia
dan orang yang baru dan sudah lama tidak kutemui. Eh, baru saja sampai di
lokasi, aku langsung ditodong sama MC buat diajak ngobrol. Kelakuan Uci
memang Kalau ditanya sama MC jagoin siapa, aku memilih partner sekamarku
IVORYKNIGHT atau Willie. Aku awalnya mau bercanda sedikit dan berkata kalau ga
juara 1 nanti tidur di luar kamar.
| "Aku suka uang." Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA |
| Kepencet emot sedikit Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA |
Sambil berkeliling
atrium dan mengobrol, aku rasa aku ingin berfoto dengan Ola. Kemudian aku
meminta ijin ke panitia keamanan Aldy untuk berfoto dengan Ola menggunakan
kamera panitia dari Trisna. Dilanjutkan dengan small talk bersama Ola
| Abaikan penampakan di belakang Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA |
| Akhirnya aku menggunakan AI untuk cara cepat menghilangkan sosok di belakang... |
| Just small talk, I guess. Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA |
| "Foto mahal." Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA |
Setelah durasi yang
cukup lama, pada akhirnya kompetisi pun selesai. Acara kemudian dilanjutkan
dengan penutupan dan pembagian hadiah kepada para pemenang. Confetti
pun ditembakkan, menandakan berakhirnya seluruh rangkaian acara Pump It Up Asia
Pacific Tournament 2026 di Indonesia.
Berikut hasil rekap
para pemenang berdasarkan kategori:
Speed Male:
- IVORYKNIGHT
- ZLFQRAL
- DIZZNUTZ
Speed Female:
- SCARLET
- TIRAMISU
- KIYYAKAI
Freestyle:
- AWANX
- ALFAQIH
- TIMGARUDA
| Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA |
Setelah pembagian
hadiah, diadakan acara bebas dan freeplay
hingga menjelang mal tutup. Aku kemudian berbincang dengan peserta dan
penonton, tak lupa juga beberapa orang mengajakku untuk foto bersama. Dimulai
dari pegiat meme loss oleh Martin dan
Clamp, warga GPP, anggota Discord Nyoters
Rhythm Squad, dan beberapa orang lainnya. Aku kemudian berpikir, kalau foto
dari panitia akan membutuhkan waktu yang lama, jadi aku meminta Trisna untuk
berfoto lagi dengan Ola di depan panggung. Ditambah, aku juga memiliki firasat
yang kurang enak dengan foto yang sebelumnya.
| Para pegiat meme loss Dokumentasi oleh Clamp |
| Foto bersama anggota Discord Nyoters Rhythm Squad Dokumentasi oleh Nadia |
| Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA |
| MBG dari RM Sederhana |
Setibanya di kamar, aku tersadar kalau aku kehilangan tempat minumku. Mau nanya ke panitia juga sepertinya sudah terlambat. Aku kemudian menelpon dan mengabari mama setelah makan malam.
Tak lama, Willie pun
tiba di kamar dan berbincang sebentar. Namun, Willie pun mengabariku kalau dia ingin keluar untuk berbincang dengan seseorang. Jadi aku putuskan untuk persiapan tidur.
End of the day.
12 April 2026 - Perpisahan dan Ucapan Terima Kasih
Aku sarapan sendirian karena Willie masih ada urusan dengan seseorang. Setelah sarapan, aku memutuskan untuk tidur sebentar setelah sarapan dan membiarkan TV menyala menayangkan acara Impractical Jokers di Warner Bros TV. Kemudian Willie pun tiba di kamar dan memutuskan untuk berpamitan. Sebelum berpamitan, kami menyempatkan diri untuk berfoto sebelum benar-benar berpisah.
| Dokumentasi pribadi |
Ternyata, jadwal Willie pun berubah, kemudian dia meneleponku untuk berfoto bersama dengan Dlinz, Al, dan Akio di lobi hotel. Setelah berfoto dan berbincang sebentar, aku kembali ke kamar untuk mengemas barang bawaanku.
| Dokumentasi oleh Al |
Setelah selesai
mengemas barangku, aku pun melakukan check-out.
Secara tidak sadar, aku meninggalkan charger
HPku di kamar. Sehingga aku harus kembali ke kamar untuk mengambilnya.
Setelah kembali dari
kamar dan memberikan kartu kunci, aku bergegas untuk mencari tempat minumku
yang hilang ke area mal. Waduh, ternyata hari ini malnya sangat padat diisi oleh kualifikasi lomba sempoa. Setelah beberapa kali berputar-putar dan dioper sana-sini oleh petugas di mal,
aku berhadapan dengan meja informasi yang telah dituju. Ternyata hasilnya
nihil, aku akhirnya merelakan tempat minumku hilang.
Dengan rasa kecewa,
aku pun kembali menuju lobi hotel untuk menunggu jemputan menuju stasiun kereta
cepat. Sambil menunggu, aku berbincang dengan orang-orang. Sejujurnya, aku
masih ingin menetap di Jakarta dan berkeliling sebentar untuk sementara waktu. Namun
karena tiket kereta cepat yang terlanjur dipesan untuk keberangkatan jam 14:00,
mau tidak mau aku harus pergi. Awalnya aku pulang bersama dengan Muti, namun
karena Muti masih ingin menunda kepulangan, ia harus merelakan tiket kereta
cepat yang kami pesan.