Rangkaian Perjalanan Pump It Up Asia Pacific Tournament 2026

Keperluan thumbnail
Dokumentasi pribadi

Untuk cerita sebelumnya ketika gathering bisa dibaca disini.

Babak 1: Online Tournament & Grinding for Leaderboard

Pada periode waktu 16 Januari hingga 15 Februari lalu menjadi waktu yang sangat melelahkan untuk melakukan grinding skor Pumbility. Skor Pumbility ini diambil dari 20 lagu terbaik yang dimainkan dan akan berada di leaderboard untuk menentukan siapa yang akan lolos menuju babak selanjutnya. Bahkan, ketika gathering kemarin sempat diberi informasi apa saja hadiah dan fasilitas yang akan didapatkan ketika lolos menuju babak kedua nanti oleh perwakilan dari PIUVORIA. Aku sempat bercanda dan meminta untuk naik kereta cepat Whoosh dari Bandung, namun Epik mengatakan boleh saja. Karena akomodasi berupa penginapan, transportasi, dan lainnya akan ditanggung oleh pihak penyelenggara. Jadi ya, kapan lagi gitu naik Whoosh, hehe.

Sejak 1 minggu terakhir, leaderboard selalu berubah-ubah setiap hari. Terutama perebutan peringkat kedua dan ketiga, kalau tidak aku, Akio, atau Al lupakan Willie karena skornya jauh. Mau tidak mau, aku harus bekerja lebih keras lagi untuk mempertahankan posisi klasemen demi AM.Pass yang katanya limited edition. Belum lagi, rasa lelah dan kondisi fisik yang kurang membaik karena dipaksa terus, pundak bagian kanan yang terasa nyeri, dan pinggang bagian belakang yang mulai berkata "Bang, udah bang." bahkan aku sampai membeli koyo extra hot agar bisa grinding meski akhirnya jadi lebih sakit, rasanya seperti dicubit keras

Belum lagi rasa burnout mulai menghampiriku. Ditambah dengan kondisi pad dan situasi eksternal yang kurang beruntung. Namun, dengan adanya penyisihan ini, aku bisa berlatih lebih keras mulai belajar teknik dan kemampuan hingga bonus meningkatkan Pumbility-ku.

Di sisi lain, aku juga harus membantu Radit dan Ita membuat user custom step untuk freestyle di babak 1 ini. Untungnya Radit bisa mengutak-atik aplikasi stepeditlite untuk revisi minor. 

Pada 3 hari terakhir, aku sudah mulai merasa stuck karena bingung harus memainkan lagu apalagi untuk meningkatkan Pumbility-ku. Sementara yang lain skornya sudah mulai meningkat, pergantian hari menjadi momok yang mengganggu keseharianku.

Singkat cerita, tiba pada 15 Februari dengan keadaan mesin yang cukup ramai pada hari itu. Aku mencoba pemberuntungan untuk meningkatkan skor, namun tidak berhasil karena sudah lelah. Ditambah saldoku sudah mulai menipis, jadi ya aku menyerah saja. Setelah mal sudah memasuki waktu tutup, aku hanya pasrah menunggu hasil dari babak pertama ini.

Hasilnya, aku berhasil mengamankan peringkat kedua. Akhirnya selesai juga. Rasa burnout ini akhirnya terlepas juga setelah aku dan Muti sempat crashout berteriak "APT *masukkan kata kasar disini*".

Setidaknya, momen ini menjadi sarana untuk meningkatkan skor dan kemampuanku. Pada akhirnya aku menjadi orang kedua di Indonesia setelah Al yang mendapatkan title SPECIALIST. Dimana aku harus bergelut dengan broken stairs pada lagu Bee. Untuk double level 24 sendiri beberapa ada yang sudah mendapatkan SSS+, bahkan ada yang hampir Perfect Game namun mendapat 1 miss pada lagu ALiVE. Beberapa lagu lain mendapatkan no miss seperti Vector, Vanish 2, dan Alice in Misanthrope.

Bee SSS MG
Dokumentasi pribadi

Vanish 2 -Roar of Invisible Dragon- SSS+ SG
Dokumentasi pribadi

Alice in Misanthrope SSS+ EG
Dokumentasi pribadi

ALiVE SSS+ MG
Dokumentasi pribadi

Dokumentasi pribadi

Untuk double level 25 sendiri pecah telur mendapatkan SSS pada lagu Solfeggietto. Aku berhasil menjaga combo dan akurasi sebelum twist banting pada bagian akhir lagu. Beberapa lagu lain yang upscore juga yaitu Conflict dan Murdoch vs Otada.

Solfeggietto SSS MG
Dokumentasi pribadi

Murdoch vs Otada SS TG
Dokumentasi pribadi

conflict SS+ TG
Dokumentasi pribadi

Terakhir, aku mendapatkan S pertama untuk double level 26 pada lagu Solve My Hurt -shortcut-. Sebenarnya chartnya tidak terlalu susah untuk level 26, hanya saja terkadang faktor hoki ketika menginjak bracket juga mempengaruhi skor dan penentuan apakah akan lolos atau tidak. 

Solve My Hurt -Short Cut- S FG
Dokumentasi pribadi

Terkadang, upscore hanya ratusan namun mengubah grade cukup membagongkan juga ya.

Waktunya istirahat sejenak... I guess?

Tak lupa, setelah 1 hari setelah ditutup, aku mengunggah skor 20 terbaik untuk Pumbility selama babak 1 APT pada sosial mediaku sebagai bukti latihan dan grinding selama 1 bulan terakhir. Awalnya aku berniat untuk mengunggahnya selama latihan, namun aku berpikir lagi untuk mengunggahnya sekaligus dan menjaga rahasia dapur untuk sementara waktu. 


Persiapan & Latihan Menuju Turnamen

Berhubung daftar lagu untuk penyisihan babak 2 pada saat turnamen sudah disiapkan oleh panitia, aku masih harap-harap cemas. Sebenarnya tinggal latihan saja lagu untuk babak penyisihan dan 8 besar, namun kita belum tahu lagu apa yang akan benar-benar keluar pada saat lomba nanti. Apalagi, lagu yang terpilih cukup unik dan membagongkan. Namun selama latihan hanya upscore tipis-tipis saja dan masih ada bagian pola yang menjadi kendala untuk skor terbaik.

Biasanya, aku mengajak Endito untuk bermain bersama agar dapat merasakan sensasi lomba sekaligus untuk membiasakan diri. Tak lupa juga, Endito selalu mengunggah hasil latihan kami di grup Whatsapp komunitas.

Sebenarnya pada periode latihan, aku cukup percaya diri. Minimal semua lagu penyisihan sudah bisa dapat SSS. Namun rasa anxiety dan overthinking ini semakin menghantuiku seiring berjalannya waktu. Karena pada saat perlombaan, apapun bisa terjadi. Aku sempat chatting bersama Dominic, pemain PIU asal Malaysia yang saat ini menetap di Singapura. Membicarakan penyisihan APT di Filipina, bahkan pemain yang handal seperti Kristian Ibanez saja bisa tersingkir pada babak 8 besar.

Sekitar 19 Maret 2026, akhirnya terdapat informasi tambahan dan terciptanya titik kumpul grup Whatsapp untuk seluruh peserta Speed Male dan Female. Kemudian kami diminta identitas pribadi dan mengisi form untuk keperluan akomodasi dan transportasi.

Beberapa hari, atau mungkin 1 minggu setelah hari lebaran, Aldycole(r) berkunjung ke Bandung. Aldy menyarankanku dan memberi tips untuk latihan dan lebih berfokus untuk latihan teknik single. Kemudian kami berencana nongkrong di Wizzmie Sukajadi, namun karena hanya menerima takeaway saja ketika datang, akhirnya kami pindah ke FamilyMart Sukajadi dan membicarakan persiapan untuk babak kedua APT nanti yang akan diselenggarakan di Emporium Pluit Mall Jakarta dan sedikit bumbu gibah

Dokumentasi oleh Amir

Intermezzo sedikit, saat itu kami latihan bersama Endito. Endito memiliki ide untuk langsung mencoba lagu Horang Pungryunga S21 tanpa pemanasan. Mungkin tujuannya agar ada gambaran nanti lomba bakal kaya gimana, namun berujung dengan kaki kami yang keram. Sejak saat itu, kami berharap agar tidak mendapatkan lagu itu ketika penyisihan nanti.

Diambil dari grup Whatsapp

Singkat cerita pada beberapa hari sebelum acara, aku dan Muti saling berkoordinasi dengan Epik untuk akomodasi nanti. Tak lupa juga, kami chatting dengan peserta lainnya untuk keperluan tertentu seperti dresscode pada saat gala dinner. Termasuk keinginan untuk menikmati Aldi's Burger.

Saking stresnya, belum juga mulai acara, sampai beberapa kali terbawa mimpi. Hadeh.


Babak 2: Offline Phase for National Representative

10 April 2026 - Keberangkatan & Gala Dinner

Akhirnya tiba waktu keberangkatan, setelah sekian lama aku mengidamkan diriku untuk menaiki kereta cepat Whoosh. Aku mengambil kereta feeder dari stasiun Bandung pada pukul 11:15 agar aku bisa solat Jumat terlebih dahulu di sekitar Padalarang, sementara Muti naik kereta feeder dari stasiun Cimahi. Aku memutuskan untuk bertemu dengan Muti di dalam kereta. Pada hari itu, semua warga GPP dan seluruh peserta speed saling berkoordinasi dan saling mengabarkan status keberangkatan kami.

Setelah tiba di stasiun Padalarang, aku segera mencari masjid terdekat untuk ibadah solat Jumat. Setelah selesai solat Jumat, aku dan Muti akhirnya melakukan check-in di stasiun. Tidak lupa aku mengisi ulang air minumku untuk di perjalanan nanti.

Menunggu kereta cepat datang
Dokumentasi pribadi

Kami dipesankan tiket kereta cepat pada pukul 12:53. Beruntungnya tidak ada kendala selama kepergian dari stasiun menuju Jakarta. Hanya saja, lengah dikit scrolling dan saling chat, tiba-tiba sudah sampai di Karawang. Benar-benar tidak terasa.

Dokumentasi pribadi

Kami tiba pada pukul 13:30an. Begitu keluar kereta cepat, hawa dan angin panas Jakarta sudah mulai terasa menyengat. Ketika keluar gate, terdapat sedikit masalah karena QR code ini tidak mau membuka gerbang, jadi aku minta tolong ke satpam untuk memperbaikinya. Kemudian kami dijemput oleh Agit dan panitia dari Timezone. Kami saling berbincang sebentar, ternyata jumlah orang yang menjemput lebih banyak dari yang dijemput. Tak berlama-lama, kami berangkat menuju Emporium Mall Pluit. Terakhir aku mengunjungi Emporium Mall Pluit, ketika tahun 2022 bersama Martin setelah dari PIK. Itu juga hanya sebentar menunggu transit dan mengunjungi Timezone disana. Labilnya cuaca Jakarta dan macetnya di kawasan Cawang membuatku jenuh, bahkan Muti pun akan tidur dan berkata "Bang, kalo udah sampe ntar bangunin ya."

Penjemputan oleh tim Timezone dan PIUVORIA
Dokumentasi pribadi

motion blur=funny, i guess?
Dokumentasi pribadi

Sekitar pukul 14:30an, akhirnya kami tiba di Emporium Mall Pluit. Kami langsung diarahkan menuju hotel dan istirahat sejenak untuk menunggu pembagian kamar oleh Epik. Hal yang aku tunggu ketika Kiek datang ialah mencubit tetenya. Setelah pengundian kunci kamar supaya adil, aku pun beristirahat sejenak dan menyimpan barang-barangku.

Dokumentasi pribadi


Pemandangan dari kamar hotel
Dokumentasi pribadi

Aku berencana untuk mengunjungi Mall Emporium Pluit untuk jalan-jalan dan bertemu dengan Deka di Kopi Kenangan Signature, ketika berjalan di lobi hotel aku bertemu dengan beberapa rombongan dari bandara Soekarno-Hatta, aku pun sempat berbincang sebentar bersama Agam dan Ve. Setibanya disana, aku bertemu dengan Andrea, Nico, dan beberapa peserta freestyle di Funworld. Kemudian, setelah Deka tiba disana, aku, Andrea, dan Nico bergegas ke Kopken Signature. Karena aku sudah lama tidak bertemu dengan Deka, aku tidak sadar kalau rambutnya sudah diwarnai lagi menjadi setingan pabrik. Kami pun mengobrol disana, aku juga ditraktir Toffee Nut Gula Malaka Macchiato oleh Deka. Aku ingin mengobrol lebih lama, namun aku harus bersiap-siap untuk gala dinner nanti.

Dokumentasi oleh Andrea

Treat dari Deka
Dokumentasi pribadi

Gala Dinner pun akan segera dimulai, kami berkumpul di lobi hotel untuk menunggu open gate dan registrasi ulang. Sambil menunggu, kami berbincang dengan beberapa orang dan melakukan sesi foto bersama warga GPP dan peserta lain yang telah berkumpul di lobi. Kemudian, aku bertemu dengan Willie untuk memberikan kunci kamar satunya.

Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA

Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA

Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA

Nametag dan Jersey

Gala Dinner pun akhirnya dimulai, satu meja ini diisi bersama Nico, Endito, Martin, dan Deka. Kami menyempatkan untuk membicarakan hal random. Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan Timezone, Andamiro, dan PIUVORIA. Dilanjutkan dengan sesi kuis, beruntung aku bisa menjawab pertanyaan tahun dan lokasi Timezone Indonesia mulai berdiri. Lumayan dapat voucher 50 Tizo hehe.

Menikmati obrolan bersama sepuh, sementara aku harap-harap cemas lagu apa yang keluar nanti.
Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA

Asik 50 Tizo, setelah menjawab pertanyaan dari Timezone
Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA

Setelah sambutan, kemudian dilanjutkan dengan makan malam, pemberitahuan kembali mengenai peraturan teknis lomba besok, pembagian hadiah untuk 3 besar kategori speed pada babak pertama, dan pengundian urutan penampilan freestyle.

Aku masih belum mendapatkan informasi mengenai AM.Pass eksklusif untuk para pemenang nanti, namun Luthfi memberitahu bahwa terdapat steam key yang dapat diakses untuk redeem gim Pump It Up Rise. Lumayan, dapet PIU Rise gratis, hehe. Kalau beli, harganya cukup mahal sekitar 300 ribuan rupiah.

Pembagian hadiah AM.Pass eksklusif untuk 3 besar speed male bersama Dulki
Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA

Foto bersama 16 peserta speed male
Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA

AM.Pass special edition edisi Pump It Up Rise
Dokumentasi pribadi

Setelah berfoto, kami pun meninggalkan acara gala dinner untuk mengambil T-Shirt official APT 2026.

Dokumentasi pribadi

Acara gala dinner selesai, dilanjutkan dengan kembali ke kamar hotel untuk beristirahat sambil berbicara dan mengobrol dengan Willie. Sempat sedikit gabut dan kondisi badan mulai tidak enak, aku memutuskan untuk pergi ke Indomaret membeli larutan untuk menyegarkan badan bersama Willie. Aku sempat terhambat karena mengobrol sebentar dengan tamu dari luar negeri dan dilanjutkan menyusul pergi ke Indomaret. Setelah dari Indomaret, kami sempat mengintip lokasi acara besok di atrium. Kemudian kami ditegur oleh panitia, "Kalian bukannya istirahat tidur, malah kesini." Tak lama setelah melihat atrium, kami pun bergegas kembali ke hotel, dan sempat-sempatnya melihat fasilitas gym disana baru dilanjutkan kembali ke kamar. Karena energi sosialku yang terkuras dan sedikit pusing setelah gala dinner, aku segera meminum parasetamol untuk tidur.

11 April 2026 - Waktunya Kompetisi

Pada saat tidur, aku terbangun sekitar pukul 01:30 untuk buang air kecil dan kembali menyambungkan tidurku.

Kemudian, terjadi hal yang tidak terduga…

Kakiku tiba-tiba keram pada saat tidur, rasanya sakit sekali. Setelah beberapa saat akhirnya aku lanjut tidur lagi dan berharap semoga betis ini dapat pulih dengan segera. Biasanya, rasa sakit ini berlangsung cukup lama.

Hal yang tak terduga pun berlanjut, tiba-tiba kamar mandi kami tidak bisa digunakan karena pintunya macet. Mungkin aku sempat melakukan kesalahan karena sempat keluar dan tak sengaja pintunya terkunci dari dalam. Kemudian aku pergi ke meja resepsionis dan menceritakan detil masalah yang terjadi. Tak butuh waktu lama, teknisi datang dan memperbaiki pintu yang terkunci. Hadeh, ada-ada saja.

Pagi hari sebelum sarapan, aku menceritakan hal ini kepada Willie dan berharap agar segera diobati dan sedikit dipijat. Kemudian setelah mandi, kami bersiap-siap dan pergi untuk sarapan. Pada saat sarapan, aku bergabung satu meja bersama Willie, Muti, dan Agam. Tak lama setelah kami makan, Agam pun memisahkan diri dan bergabung dengan yang lain.

Setelah sarapan, kami bersiap-siap menuju lokasi acara untuk mencoba pad sebelum lomba. Karena waktu yang diberikan oleh panitia sangat terbatas. Aku kebagian untuk mencoba pad di urutan pertama bersama Dlinz, kami memainkan GOODTEK S21 dengan ala kadarnya. Kondisi kakiku masih sedikit sakit, aku harap Aldi dan Jess bisa segera hadir di lokasi acara untuk meminta tolong memijat kakiku karena mereka sudah terbiasa dan berpengalaman untuk memijat menggunakan krim pereda nyeri. Sambil menunggu waktu uji coba pad selesai, aku bergegas pergi ke kamar hotel untuk melakukan setoran ke kamar mandi.

Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA

Setelah setoran dan sedikit menenangkan diri, aku pun kembali menuju lokasi perlombaan. Disana sudah cukup ramai, warga GPP dan peserta lain pun sudah banyak yang tiba dan mempersiapkan diri, terutama untuk membantu Radit untuk persiapan lomba freestyle nanti. Aku pun langsung meminta tolong Aldi untuk segera memijat kakiku. Banyak peserta lain dan non-peserta datang menghampiriku untuk mengobrol. Bahkan Al pun sempat datang dan bertanya, “Ini kenapa lagi? Lomba juga belum mulai udah dipijit lagi.” Aku pun menjelaskan kepada Al, dan ia hanya geleng-geleng kepala. Tak lama, aku dan peserta lain pun mengambil snack yang disediakan oleh panitia.

Setelah selesai dipijat oleh Aldi dan Jess, acara pun dimulai. Kompetisi dimulai dengan kategori speed female. Untuk braket pertama dimulai oleh Rifka, Muti, dan Jess. Aku memperhatikan dan memberi dukungan untuk Muti dan Jess. Sepertinya, kakiku ini sudah mulai sedikit membaik, aku harus mulai melakukan sedikit pemanasan agar tidak cedera. Aku melakukan pemanasan sedikit bersama Martin dan Endito. Ah, dasar aku karena kurang olahraga, ketika pemanasan yang dilakukan sebelum lari saja pahaku langsung sedikit sakit, hadeh. Aku mau tidak mau harus mengoleskan salep di kakiku supaya mengurangi resiko cedera.

Tak lama, kategori speed male pun dimulai. Braket pertama dimulai dengan Willie, Denzel, Endito, dan Martin. Aku sempat sedikit gugup ketika melihat Willie mendapatkan skor perfect game pada lagu GOODTEK S21.

Kemudian lanjut giliranku, untuk braket kedua ini terdiri dari aku, Mile, Cuyung, dan Hafiz. Lagu yang kami mainkan yaitu DUEL S21. Aku cukup meyakinkan diri kalau aku bisa memainkan lagu ini. Seperti yang kubilang sebelumnya, pada saat perlombaan, apapun bisa terjadi. Perasaan demam panggung dan kecemasan mulai menghantuiku ketika saat bermain. Aku mendapatkan miss ketika run di ketukan 1/24. Belum lagi, ketika twist akhir yang diharuskan untuk memutar badan, aku sempat blank dan ragu apakah badan ini harus diputar atau tidak. Setelah aku selesai bermain, aku melihat skor Cuyung dan Hafiz mendapatkan SSS, sementara aku mendapat SS+, dan Mile mendapatkan SS. Aku tersingkir pada babak penyisihan 16 besar. Kemudian Hana menghampiriku dan memberikan voucher 50 Tizo untuk menghiburku. 

Dokumentasi pribadi, dibantu oleh Han.
Masih menunggu dokumentasi dari tim PIUVORIA untuk foto yang bagusan

Karena tersingkir, aku berusaha untuk menenangkan diri dan make sure untuk tidak melakukan hal konyol. Aku putuskan untuk beristirahat di kamar hotel, berdiam dan memikirkan apa yang terjadi, meyakinkan agar kejadian yang berlalu biarlah berlalu, dan tidak berlarut dalam kesedihan. Aku berlanjut untuk skip menonton babak 8 besar speed dan penyisihan FFA, kemudian kembali ke lokasi acara pada babak freestyle untuk mendukung dan membantu persiapan Radit untuk tampil. Aku juga bertemu dan berbincang dengan orang-orang yang sudah lama tidak bertemu, seperti Clamp, Victor, Sitta, Chandra, dan lainnya. Aku sempat terkejut diberi hadiah mug bergambarkan Kirisame Marisa oleh Clamp. “Daripada ga dipake, aku kasih aja.” Ujarnya. Aku sempat tidak enak juga karena dia beli mug ini di acara Comic Frontier. Namun dia meyakinkanku untuk menerima dan menggunakan hadiah ini.

Dokumentasi pribadi

Sebelum kategori freestyle dimulai, warga GPP pun mulai menghampiri Dulki untuk berfoto bersama. Aku tidak mau terlewat untuk berfoto sendiri bersama Dulki, kemudian foto rame-rame dan menunjuk Dulki. Bahkan, Veron, Muti, dan Jess sangat kegirangan hingga berputar-putar setelah berfoto dengan Dulki

Foto bersama stepmaker Dulki
Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA

Foto bersama stepmaker Dulki
Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA

Perlombaan kategori freestyle pun dimulai. Tak lupa juga dilakukan pembagian makan siang oleh panitia. Aku dan tim hore dari Bandung berdiskusi untuk melakukan dukungan dan yel-yel pada saat Radit tampil. Aku dan para tim dari Bandung berteriak dan membuat acara menjadi lebih meriah pada saat Radit tampil. Bahkan kamera pun mengarah ke arah kami dibandingkan ke peserta freestyle. Jika dilihat, rombongan kami menjadi rombongan paling meriah diantara seluruh peserta. Para pendukung mendapat highlight tersendiri. Setelah Radit tampil, aku menikmati penampilan dari peserta lain.

Persiapan menuju babak freestyle
Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA

Peserta freestyle kali ini memiliki persiapan dan konsep yang sangat matang. Seperti konsep tradisional dari AWANX, konsep elegan dan romantik dari ALFAQIH, konsep patriotisme dari TIMGARUDA, tari topeng dari KYSBEY, goyang tiktok pargoy mamang angkot dari Radit, dan lain-lain. Terutama kami sempat tertawa saat menyaksikan penampilan dari ZIANRAIZU menggunakan lagu Mopemope karena memiliki konsep yang di luar nalar.

Setelah kategori freestyle selesai, acara pun diberhentikan sejenak karena harus berbagi venue dengan acara lain.  Aku pun kembali ke kamar hotel, makan siang, dan berbincang dengan Willie mengenai perlombaan tadi, berevaluasi untuk kedepannya, dan memprediksi untuk babak 4 besar nanti.

MBG dari Ta Wan

Short Escape

Karena waktu istirahat yang cukup lama, Muti dan Deri mengajakku untuk pergi ke Pluit Village. Sementara rombongan dari Bandung yang lain sudah berada disana. Aku meminjam kartu ­e-money milik Muti untuk mengakses TransJakarta. Kami harus pergi ke Timezone terlebih dahulu untuk memberikan kunci kamar milik Ines. Ketika berjalan, aku bertemu dengan Milen dan rombongannya, aku berkata aku akan pergi ke Pluit Village untuk sementara waktu.

Setibanya di Pluit Village, aku mampir ke Cow Play Cow Moo untuk bermain permainan yang tidak ada di Bandung. Aku kemudian meminjam koin ke Haidar untuk bermain Gitadora Gitar dan Beatmania IIDX. Oh iya, disana aku bertemu dan bercakap dengan Yoga karena sudah lama tidak bertemu dan bertanya bagaimana cara mengecilkan suara earphone di mesin, namun ia juga tidak tahu.

Suisei Ngawi nomor satu, GHOST Advanced
Dokumentasi pribadi

TOMAHAWK Normal
Dokumentasi pribadi

Setelah sesi arked yang singkat, aku putuskan untuk berjalan-jalan sebentar di area mal dan bernostalgia dengan lokasi atrium yang digunakan pada acara PIUVORIA Season 2. Kebetulan disana sedang ada pameran anime, aku memutuskan untuk melihat sebentar dan mengambil beberapa foto. Aku penasaran dengan photobooth bertemakan anime Frieren dan berfoto disana, kemudian petugas disana menawarkan aku untuk menggunakan photobooth dengan mendaftar akun Catchplay+. Setelah cukup melihat-lihat, aku segera kembali menuju Emporium Mal Pluit.

Photobooth oleh Imagics studio

Dokumentasi pribadi

Dokumentasi pribadi


Dokumentasi pribadi

Sialnya, kartu e-money yang kupinjam dari Muti saldonya kurang. Jadi aku putuskan untuk top-up menggunakan kartuku. Sempat ditegur oleh petugas TJ karena sejujurnya aku cukup bingung menggunakan mesin top-up. Maklum, terakhir ke Jakarta aja 2 tahun yang lalu pada saat PIUVORIA Season 2. Oh iya, kebetulan aku menemukan sosok penjaga di halte Pluit.

Dokumentasi pribadi

Back to the venue

Setibanya di halaman Emporium Mal Pluit, aku bertemu dengan Rijki setelah dia pergi sejenak untuk pekerjaan photoshoot di suatu tempat. Sebelum lomba kembali dilanjutkan, aku berkeliling, berbincang dengan panitia dan orang yang baru dan sudah lama tidak kutemui. Eh, baru saja sampai di lokasi, aku langsung ditodong sama MC buat diajak ngobrol. Kelakuan Uci memang Kalau ditanya sama MC jagoin siapa, aku memilih partner sekamarku IVORYKNIGHT atau Willie. Aku awalnya mau bercanda sedikit dan berkata kalau ga juara 1 nanti tidur di luar kamar.

"Aku suka uang."
Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA

Aku tidak tahu dan tidak mengira kalau disana akan ada Ola Aphrodite bercosplay sebagai Azura, maskot dari Pump It Up Phoenix 2024. Kemudian acara diselingi dengan games bermain Bad Apple Fullsong Co-Op. Pemenangnya ialah yang berhenti dan menginjak pad pada saat lagu berakhir. Games ini dimenangkan oleh Devina dan Akio.

Kepencet emot sedikit
Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA

Sambil berkeliling atrium dan mengobrol, aku rasa aku ingin berfoto dengan Ola. Kemudian aku meminta ijin ke panitia keamanan Aldy untuk berfoto dengan Ola menggunakan kamera panitia dari Trisna. Dilanjutkan dengan small talk bersama Ola

Abaikan penampakan di belakang
Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA

Akhirnya aku menggunakan AI untuk cara cepat menghilangkan sosok di belakang...

Just small talk, I guess.
Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA

"Foto mahal."
Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA

Setelah berfoto, pembagian makan malam pun dilakukan, kemudian aku lanjut berkeliling dan menyaksikan babak final kategori speed. Kami bercakap dan berspekulasi lagu apa saja yang keluar nanti. Aku, peserta yang telah gugur, dan penonton pun bersorak untuk menyemangati peserta yang lolos di babak final. Tidak lupa aku melakukan roasting ke Dika ketika ia bertugas sebagai machine keeper, “Masa Expert Lv. 8 belum lolos lagu ini, masa skornya segini?”. Sejujurnya, dari semua pertandingan, pertandingan yang kutunggu ialah final speed male, belum lagi kedua peserta, IVORYKNIGHT dan ZLFQRAL memiliki skor imbang yang dilanjutkan dengan tiebreak.

Setelah durasi yang cukup lama, pada akhirnya kompetisi pun selesai. Acara kemudian dilanjutkan dengan penutupan dan pembagian hadiah kepada para pemenang. Confetti pun ditembakkan, menandakan berakhirnya seluruh rangkaian acara Pump It Up Asia Pacific Tournament 2026 di Indonesia.

Berikut hasil rekap para pemenang berdasarkan kategori:

Speed Male:

  1. IVORYKNIGHT
  2. ZLFQRAL
  3. DIZZNUTZ

Speed Female:

  1. SCARLET
  2. TIRAMISU
  3. KIYYAKAI

Freestyle:

  1. AWANX
  2. ALFAQIH
  3. TIMGARUDA
Selamat ya untuk para pemenang!! Jangan lupa untuk tetap mempersiapkan diri dan berangkat menuju Korea Selatan untuk acara di PlayX4 nanti.

 

Dokumentasi oleh Michael Starlight - PIUVORIA

Setelah pembagian hadiah, diadakan acara bebas dan freeplay hingga menjelang mal tutup. Aku kemudian berbincang dengan peserta dan penonton, tak lupa juga beberapa orang mengajakku untuk foto bersama. Dimulai dari pegiat meme loss oleh Martin dan Clamp, warga GPP, anggota Discord Nyoters Rhythm Squad, dan beberapa orang lainnya. Aku kemudian berpikir, kalau foto dari panitia akan membutuhkan waktu yang lama, jadi aku meminta Trisna untuk berfoto lagi dengan Ola di depan panggung. Ditambah, aku juga memiliki firasat yang kurang enak dengan foto yang sebelumnya.

Para pegiat meme loss
Dokumentasi oleh Clamp

Foto bersama anggota Discord Nyoters Rhythm Squad
Dokumentasi oleh Nadia

Kalo nimpa dipikir mas...

Dokumentasi oleh Nakaripa - PIUVORIA

Aku mengobrol dengan beberapa panitia, seperti Jerry dan Dika. Tidak lama, aku diroasting balik oleh Dika dan memperagakan blunder ketika aku bermain DUEL S21. Aku kemudian membalasnya dengan bercanda mencubit. Dilanjut aku juga mencubit beberapa orang seperti Jerry, Aldo, dan Kiek. Aku sempat diajak bermain Co-Op lagu Acquire bersama Aldo dan Dhimas pada sesi terakhir freeplay sebelum mesin dimatikan. Setelah mesinnya dimatikan, aku berpamitan dan kembali beristirahat di hotel dan menyantap makan malam yang diberikan panitia. Sementara Willie harus menitipkan hadiah untuk dibawa pulang melalui bantuan Agam.

MBG dari RM Sederhana

Setibanya di kamar, aku tersadar kalau aku kehilangan tempat minumku. Mau nanya ke panitia juga sepertinya sudah terlambat. Aku kemudian menelpon dan mengabari mama setelah makan malam.

Tak lama, Willie pun tiba di kamar dan berbincang sebentar. Namun, Willie pun mengabariku kalau dia ingin keluar untuk berbincang dengan seseorang. Jadi aku putuskan untuk persiapan tidur.

End of the day.

12 April 2026 - Perpisahan dan Ucapan Terima Kasih

Aku sarapan sendirian karena Willie masih ada urusan dengan seseorang. Setelah sarapan, aku memutuskan untuk tidur sebentar setelah sarapan dan membiarkan TV menyala menayangkan acara Impractical Jokers di Warner Bros TV. Kemudian Willie pun tiba di kamar dan memutuskan untuk berpamitan. Sebelum berpamitan, kami menyempatkan diri untuk berfoto sebelum benar-benar berpisah.

Dokumentasi pribadi

Ternyata, jadwal Willie pun berubah, kemudian dia meneleponku untuk berfoto bersama dengan Dlinz, Al, dan Akio di lobi hotel. Setelah berfoto dan berbincang sebentar, aku kembali ke kamar untuk mengemas barang bawaanku.

Dokumentasi oleh Al

Setelah selesai mengemas barangku, aku pun melakukan check-out. Secara tidak sadar, aku meninggalkan charger HPku di kamar. Sehingga aku harus kembali ke kamar untuk mengambilnya.

Setelah kembali dari kamar dan memberikan kartu kunci, aku bergegas untuk mencari tempat minumku yang hilang ke area mal. Waduh, ternyata hari ini malnya sangat padat diisi oleh kualifikasi lomba sempoa. Setelah beberapa kali berputar-putar dan dioper sana-sini oleh petugas di mal, aku berhadapan dengan meja informasi yang telah dituju. Ternyata hasilnya nihil, aku akhirnya merelakan tempat minumku hilang.

Dengan rasa kecewa, aku pun kembali menuju lobi hotel untuk menunggu jemputan menuju stasiun kereta cepat. Sambil menunggu, aku berbincang dengan orang-orang. Sejujurnya, aku masih ingin menetap di Jakarta dan berkeliling sebentar untuk sementara waktu. Namun karena tiket kereta cepat yang terlanjur dipesan untuk keberangkatan jam 14:00, mau tidak mau aku harus pergi. Awalnya aku pulang bersama dengan Muti, namun karena Muti masih ingin menunda kepulangan, ia harus merelakan tiket kereta cepat yang kami pesan. 

Pada pukul 12:30, akhirnya aku pergi dari hotel menuju stasiun kereta cepat setelah menunggu shuttle dari bandara. Tak disangka, kendaraan yang menjemput kami ternyata mini bus. Padahal sejujurnya, aku masih ingin bermain dulu dengan teman-teman yang lain.

Perjalanan pulang menuju stasiun kereta cepat melalui tol dalam kota
Dokumentasi pribadi

Beruntung perjalanan menuju stasiun kereta cepat tidak ada kendala. Setelah tiba disana, aku kemudian berpamitan dengan Agit dan berjalan menuju stasiun. Karena butuh kopi, aku menyempatkan diri untuk membeli Point Coffee botolan di Indomaret. Dilanjutkan dengan check-in menuju ruang tunggu kereta dan melanjutkan perjalanan menuju Padalarang dan kereta feeder menuju Bandung.

Perjalanan pulang diambil dari kereta cepat
Dokumentasi pribadi

Akhirnya, rangkaian acara pun selesai.

Aku mau mengucapkan Terimakasih kepada pihak Andamiro dan Timezone yang menyelenggarakan dan mempersiapkan turnamen ini secara matang. Sekaligus mempersiapkan seluruh akomodasi berupa transportasi, penginapan, dan konsumsi mulai dari keberangkatan, gala dinner, kompetisi, hingga kepulangan. Tim dari PIUVORIA yang telah menjalankan dan mengurus rangkaian acara dari babak 1 hingga selesai babak 2. Semua peserta kategori speed dan freestyle yang telah berusaha semaksimal mungkin untuk kompetisi APT ini. Tim GPP yang menjadi tim hore dan menyempatkan waktunya untuk pergi ke Jakarta dan menyewa apartemen. Beberapa orang yang memberikan hadiah kepadaku. Tak lupa juga kepada semua yang telah menyempatkan diri untuk mengobrol dan mengambil foto bersama selama acara berlangsung.

Maaf ya untuk semua yang mendukungku, namun aku belum maksimal dan berakhir tidak bisa melanjutkan ke babak selanjutnya.

Sampai jumpa di kompetisi selanjutnya! Setelah ini mau bahas apa lagi?
Lebih lamaTerbaru