Refleksi, introspeksi, dan harapan untuk waktu ke depan.
Di tengah lautan ketidakpastian dan sebuah "tembok yang tak terlihat". Aku harus tetap melanjutkan perjalanan hidup ini. Sejujurnya, aku belum menjadi "orang" seperti kebanyakan orang. Aku masih belum mendapatkan pekerjaan yang tetap, belum menyelesaikan studi, dan belum menjadi apa yang diinginkan oleh orang tua.
Melihat update dari teman-teman di sosial media yang terlihat sibuk, produktif, dan senantiasa melakukan berbagai hal yang diinginkan menjadi ketukan hati dan ucapan pada diri sendiri "when yh?" Aku tidak punya waktu untuk membuat hal tersebut menjadi bahan gibah atau pembicaraan kepada orang terdekat. Namun, hal tersebut terkadang membuatku menjadi down dan overthinking "aku telah membuang waktuku selama ini". Aku juga tidak memiliki hak untuk mengomentari dan berkata yang tidak-tidak. Itu juga sosial media mereka juga.
Terkadang, orang-orang yang benar-benar fokus menjalani kehidupan yang sebenarnya tidak memiliki waktu untuk update di sosial media. Beberapa orang menganggapnya hanya sekedar formalitas dan hasrat untuk flexing.
Setiap orang memiliki garis start yang berbeda-beda. Setiap orang juga memiliki iceberg dan sisi gelap yang tidak ingin ditemukan oleh khalayak publik. Setiap orang memiliki tanggung jawab yang harus dipikul. Belum tahu juga ada apa yang terjadi di balik layar kehidupan seseorang.
Memang, semakin bertambah usia, perjalanan hidup akan semakin menantang dan akan bertambah juga gebrakannya. Tubuh yang mendapatkan update debuff patch setiap tahunnya, hingga aku harus makin banyak menyetok perlengkapan jompo kitku.
Aku tidak boleh menyerah, aku harus meningkatkan kualitas diri ini dengan belajar hal-hal baru dan berusaha mendobrak sebuah "tembok yang tidak terlihat" ini. Mungkin, jika ada rejeki lebih, aku ingin mengunjungi psikolog untuk memeriksa kondisi mentalku. Karena, self claim itu tidak boleh menjadi acuan.
Harapan dalam waktu dekat, semoga aku bisa segera menyelesaikan segala urusan dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Aku juga mungkin akan memperlambat fase hidup dan berusaha memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik. Setidaknya, kalau belum berada dan menjadi "orang", minimal tidak membuat masalah dan tidak membuat kegaduhan.
Dalam waktu dekat, aku berencana akan beristirahat dari sosial media dan lebih fokus dengan urusan lain. Mungkin tidak sepenuhnya inactive, aku akan tetap membuka sosial media hanya untuk mencari info lowongan pekerjaan, kursus atau kelas, dan mempelajari ilmu baru. Hanya saja lebih bijak dan berusaha membatasi dan menggunakan sosial media dengan secukupnya. Bisa saja, untuk life update aku mungkin akan lebih sering update di gubuk ini. Sementara untuk sosial media hanya menjadi sarana untuk membagikan laman artikel blog ini.